Jumat, 27 April 2012

Cara Membuat Badan Segar Bergairah Tanpa Kopi Dipagi Hari

Banyak orang belum bisa benar-benar bangun tidur kalau belum minum kopi, padahal efeknya kurang baik kalau terlalu banyak. Ada banyak cara selain minum kopi untuk membuat tubuh cepat terjaga dan tidak kelamaan ‘ngulet’ di pagi hari.
Agar jantung tidak berdebar-debar karena harus minum kopi tiap hari hanya supaya bisa cepat bangun, berikut ini adalah beberapa alternatif yang bisa dilakukan saat bangun pagi
1. Buka jendela
Hal pertama yang harus dilakukan supaya cepat terjaga saat bangun tidur adalah dengan menyalakan lampu ruangan, atau membuka tirai jendela jika langsung berhadapan dengan arah datangnya sinar matahari. Jam biologis manusia sangat dipengaruhi oleh cahaya, sehingga rasa kantuk susah hilang kalau ruangan masih gelap.
2. Minum air putih atau teh hijau
Secara teori, tubuh akan lebih bugar ketika kehilangan cairan tubuh yang terjadi selama tidur langsung diganti minimal dengan segelas air putih saat bangun. Beberapa penelitian mengungkan teh hijau sama efektifnya dengan air putih dalam mengembalikan status hidrasi, sekaligus memberi efek menenangkan.
3. Patuhi aturan 10 menit
Masa paling kritis dalam mengawali hari adalah 10 menit sejak pertama kali terjaga dari tidur. Jika sanggup melawan hasrat untuk tidur lagi dalam waktu 10 menit tersebut, umumnya rasa kantuk dan malas bangun akan segera hilang dengan sendirinya.
4. Lakukan aktivitas fisik
Beberapa orang bisa langsung terjaga kalau sudah membaca koran pagi. Namun jika tetap merasa malas dan mengantuk, coba lakukan kegiatan yang sifatnya lebih aktif secara fisik misalnya memasak atau langsung membereskan tempat tidur.
5. Sarapan
Melewatkan sarapan bisa membuat sistem metabolisme kehilangan keseimbangan,s ehingga tubuh cepat kehabisan energi. Konsekuensi dari kekurangan energi adalah tubuh terasa lemas, kurang gairah dan tetu saja gampang mengantuk.
6. Patuhi jadwal tidur
Solusi jangka panjang bagi yang sering merasa mengantuk dan malas untuk segera bangun tidur adalah dengan mendisiplinkan pola tidur setiap hari. Membiasakan diri untuk menebus kekurangan waktu tidur di dengan tidur seharian di akhir pekan hanya akan memperburuk gangguan tidur.
7. Kencangkan musik
Memutar musik kencang-kencang bisa memberikan efek yang sama seperti minum kopi, yakni mengusir arasa kantuk. Bahkan beberapa jenis lagi dengan irama yang menghentak bisa membuat tubuh terasa lebih bergairah dibandingkan saat hanya minum kopi.

cara membuat nata de cassava

Nata de Cassava dari Limbah Tapioka Views :8848 Times PDF Cetak E-mail
Selasa, 01 Juni 2010 13:44
Orang mungkin sudah banyak mengenal nata de coco sebagai penganan hasil fermentasi air kelapa. Tapi, belum banyak yang mengenal nata de cassava. Kudapan baru hasil olahan limbah pembuatan tepung tapioka ini kini makin banyak diminati. Peluang usahanya pun kini terbuka.

Nata_de_CassavaPernahkah Anda mencicipi nata de cassava? Jangan-jangan baru kali ini nama ini hadir di telinga Anda. Ya, dari namanya jelas bisa ditebak kalau penganan ini berbahan dasar singkong.

Bentuk dan tekstur nata de cassava mirip nata de coco.  Putih dan kenyal. Hanya saja ada perbedaannya. Selain rasa nata de cassava yang berasa singkong, penganan ini dibuat dari hasil fermentasi air perasan sisa produksi tepung tapioka dengan mikroba acetobacter xylinum. Sementara nata de coco dibuat dari fermentasi air kelapa.

Adalah Warsinah, seorang pengusaha tepung tapioka di  Pundong, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, yang mengembangkan nata de cassava  sejak Mei 2009. Perempuan sederhana ini berhasil memproduksi nata de cassava berkat bantuan sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengadakan praktik kuliah kerja nyata (KKN) di daerahnya, satu setengah tahun silam.

Mahasiswa KKN tersebut mengajarinya cara mengolah limbah cair produksi tepung tapioka menjadi sesuatu yang berguna. Padahal, “Tadinya limbah itu cuma saya buang karena baunya tidak sedap,” terang Warsinah.
Warsinah sendiri merupakan generasi ketiga pembuat tepung tapioka di Pundong. Ia mewarisi usaha pembuatan tepung tapioka dari sang nenek.

Kini, usaha pembuatan nata de cassava menjadi pemasukan tambahan bagi keluarganya di samping usaha pembuatan tepung tapioka.
Setiap hari, Warsinah mengaku bisa menjual nata de cassava dengan omzet Rp 150.000 per hari atau sekitar Rp 4,5 juta sebulan. Sebuah penghasilan yang sangat lumayan untuk ukuran taraf hidup di Pundong, Bantul.
Sementara dari usaha tapiokanya, Warsinah setiap hari bisa memproduksi 40 kilogram tepung tapioka. Dalam sebulan, ia bisa meraup omzet penjualan tepung tapiokanya sebesar Rp 6 juta.  Harga jual tepungnya sendiri Rp 5.000 per kg.

Cara pengolahan nata de cassava sebenarnya tak sulit. Hanya saja, pengolahannya butuh proses selama enam hari. Hari pertama, limbah cair tapioka direbus bersama dengan ampas singkong. Hari kedua, rebusan tersebut disaring lalu dituang dalam nampan. Hari ketiga, bibit nata dicampurkan ke dalamnya. Cairan fermentasi tersebut akan menjadi nata pada hari kelima atau keenam.

Karena saban hari Warsinah harus mengolah tepung, proses pembuatan nata de cassava selalu berjalan setiap hari di pabriknya. Dalam sehari, 250 liter limbah tapioka bisa diolah menjadi 150 lembar nata yang disimpan dalam nampan khusus. Harga jualnya masih miring, yaitu Rp 1.000 per nampan. "Saya jual ke seorang penadah di Bantul," kisah nenek 63 tahun ini.
Tak disangka, respons pasar sangat positif. Bahkan, tak jarang Warsinah kewalahan memenuhi pesanan sang penadah tersebut.

Saat memulai usaha nata de cassava, Warsinah mengaku mengeluarkan modal sekitar Rp 35 juta. Dana ini dipakai untuk membeli peralatan dan 30 lusin nampan. "Uangnya dari uang tabungan dan dari pinjaman bank," ujarnya.
Untuk penyajian, Warsinah menganjurkan, setelah nata dipotong-potong kecil sebaiknya direbus dua kali dengan air yang berbeda. Tujuannya agar nata benar-benar bersih dan bau bibit natanya hilang. Setelah itu, nata bisa segera direbus dengan air gula atau dicampur dengan air sirop.

Warsinah sendiri mengaku tidak takut akan kekurangan bahan baku singkong, karena daerahnya kaya akan ubi kayu ini. Harga jual singkong pun hanya Rp 700 per kilogram.

Tentu saja ada yang patut diperhitungkan dalam bisnis ini. "Kendala usaha ini adalah musim hujan," katanya. Jika tidak telaten menyelimuti bahan fermentasi, akan tumbuh jamur yang merusak produk. "Paling bagus, fermentasi disimpan dalam suhu 30º-31º Celsius,” ungkap ibu tiga anak ini. (Tabloid Kontan)

cara membuat makalah

Cara Membuat Makalah - Inilah tulisan tentang cara membuat makalah yang akan mengajarkan tentang langkah membuat makalah sekaligus menjadi paduan membuat makalah.

Sebelum membahas tentang cara membuat makalah, maka untuk lebih jelas pemahaman kita tentang makalah ini, maka berikut akan dijelaskan tentang pengertian makalah yang diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia:

1. Makalah adalah tulisan resmi tentang suatu pokok yg dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum atau dalan suatu persidangan dan yang sering disusun untuk diterbitkan.

2. Makalah juga diartikan sebagai karya tulis pelajar atau mahasiswa sebagai laporan hasil pelaksanaan tugas sekolah atau perguruan tinggi.

Adapun bagian-bagian yang disusun secara terstruktur didalam sebuah penulisan makalah terdiri dari:

1. Kata Pengantar : Berisi tentang kata-kata harapan penulis, ucapan trimakasih, dll dari penulis.

2. Daftar Isi

3. Pendahuluan: Merupakan latar belakang dari pembuatan tugas, tujuan dan manfaat yang diinginkan.

4. Landasan Teori: Adalah kutipan teori-teori yang mendasari pembuatan makalah, biasanya akan langsung dikutip dari buku dan diktat.

5. Pembahasan: Merupakan bagian dari inti makalah, dan disini merupakan bagian untuk membahas mengenai makalah yang akan dibuat.

6. Kesmpulan: Disinilah ditungkan kesimpulan tentang makalah yang sudah ditulis.

7. Daftar Pustaka: Menuliskan sumber-sumber tulisan yang sudah dipakai dalam pembuatan makalah.

Berikut ini adalah tahapan-tahapan awal dalam pembuatan sebuah makalah:

Memilih Topik

Bila topik telah ditentukan, anda mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih. Namun demikian, bukan berarti anda siap untuk menuju langkah berikutnya.

Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan anda tulis. Apakah berupa tinjauan umum, atau analisis topik secara khusus? Jika hanya merupakan tinjauan umum, anda dapat langsung menuju ke langkah berikutnya. Tapi bila anda ingin melakukan analisis khusus, topik anda harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, anda dapat mempersempit topik anda. Sebagai contoh, bila topik tentang “Indonesia” adalah satu topik yang masih sangat umum. Jika tujuan anda menulis sebuah gambaran umum (overview), maka topik ini sudah tepat. Namun bila anda ingin membuat analisis singkat, anda dapat mempersempit topik ini menjadi “Kekayaan Budaya Indonesia” atau “Situasi Politik di Indonesia. Setelah anda yakin akan apa yang anda tulis, anda bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.

Bila topik belum ditentukan, maka tugas anda jauh lebih berat. Di sisi lain, sebenarnya anda memiliki kebebasan memilih topik yang anda sukai, sehingga biasanya membuat esai anda jauh lebih kuat dan berkarakter.

Tentukan Tujuan

Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan anda tulis. Apakah untuk meyakinkan orang agar mempercayai apa yang anda percayai? Menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu? Mendidik pembaca tentang seseorang, ide, tempat atau sesuatu? Apapun topik yang anda pilih, harus sesuai dengan tujuannya.

Tuliskan Minat Anda

Jika anda telah menetapkan tujuan esai anda, tuliskan beberapa subyek yang menarik minat anda. Semakin banyak subyek yang anda tulis, akan semakin baik. Jika anda memiliki masalah dalam menemukan subyek yang anda minati, coba lihat di sekeliling anda. Adakah hal-hal yang menarik di sekitar anda? Pikirkan hidup anda? Apa yang anda lakukan? Mungkin ada beberapa yang menarik untuk dijadikan topik. Jangan mengevaluasi subyek-subyek tersebut, tuliskan saja segala sesuatu yang terlintas di kepala.

Evaluasi Potensial Topik

Jika telah ada bebearpa topik yang pantas, pertimbangkan masing-masing topik tersebut. Jika tujuannya mendidik, anda harus mengerti benar tentang topik yang dimaksud. Jika tujuannya meyakinkan, maka topik tersebut harus benar-benar menggairahkan. Yang paling penting, berapa banyak ide-ide yang anda miliki untuk topik yang anda pilih.

Sebelum anda meneruskan ke langkah berikutnya, lihatlah lagi bentuk naskah yang anda tulis. Sama halnya dengan kasus dimana topik anda telah ditentukan, anda juga perlu memikirkan bentuk naskah yang anda tulis.

Membuat Outline

Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik anda dalam naskah dalam sebuah format yang terorganisir.

Mulailah dengang menulis topik anda di bagian atas

Tuliskan angka romawi I, II, III di sebelah kiri halaman tersebut, dengan jarak yang cukup lebar diantaranya

Tuliskan garis besar ide anda tentang topik yang anda maksud:

Jika anda mencoba meyakinkan, berikan argumentasi terbaik

Jika anda menjelaskan satu proses, tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat dipahami pembaca

Jika anda mencoba menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi tersebut

Pada masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sis kiri halaman tersebut. Tuliskan fakta atau informasi yang mendukung ide utama
Menuliskan Tesis

Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya. Anda telah menentukan topik dari esai anda, sekarang anda harus melihat kembali outline yang telah anda buat, dan memutuskan poin penting apa yang akan anda buat. Pernyataan tesis anda terdiri dari dua bagian:

Bagian pertama menyatakan topik. Contoh: Budaya Indonesia, Korupsi di Indonesia

Bagian kedua menyatakan poin-poin dari esai anda. Contoh: memiliki kekayaan yang luar biasa, memerlukan waktu yang panjang untuk memberantasnya, dst.

Menuliskan Tubuh Esai

Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah esai. Anda dapat menjelaskan, menggambarkan dan memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah anda pilih. Masing-masing ide penting yang anda tuliskan pada outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh tesis anda.

Masing-masing paragraf memiliki struktur yang serupa:

Mulailah dengan menulis ide besar anda dalam bentuk kalimat. Misalkan ide anda adalah: “Pemberantasan korupsi di Indonesia”, anda dapat menuliskan: “Pemberantasan korupsi di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang lama”

Kemudian tuliskan masing-masing poin pendukung ide tersebut, namun sisakan empat sampai lima baris.

Pada masing-masing poin, tuliskan perluasan dari poin tersebut. Elaborasi ini dapat berupa deskripsi atau penjelasan atau diskusi

Bila perlu, anda dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing paragraf.
good luck coyyy....!!!!